10 Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Umroh
Umrah adalah ibadah berkunjung ke Baitullah untuk melakukan tawaf, sa'i, dan bercukur demi mengharap ridha Allah SWT. Ibadah ini sering juga disebut dengan haji kecil. Umrah menurut bahasa berarti ziarah.
Dalil tentang Umrah disebutkan dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 158.
Allah SWT befirman:
اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِۚ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ اَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ اَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَاۗ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًاۙ فَاِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ
Artinya: Sesungguhnya Shafa dan Marwa adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai di antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Baqarah: 158)
- Mempersiapkan diri secara mental dan spiritual. Sebelum melakukan ibadah umroh, jamaah harus mempersiapkan diri secara mental dan spiritual. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan shalat sunnah, membaca Al-Quran, dan berdoa agar diberikan kekuatan dan kemudahan dalam pelaksanaan ibadah umroh.
- Mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan. Sebelum berangkat ke Tanah Suci, jamaah harus mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan, seperti paspor, visa, sertifikat haji, dan surat keterangan sehat dari dokter.
- Berpakaian sesuai syariat Islam. Jamaah harus mengenakan pakaian yang sesuai dengan syariat Islam, yaitu pakaian yang tidak menampakkan aurat, tidak ketat, dan tidak mewah. Jamaah wanita harus menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan, sementara jamaah pria harus menutup bagian dari pusar ke bawah.
- Melakukan Ihram Dari Miqat, mandilah lalu usapkanlah minyak wangi ke bagian tubuhmu, misalnya ke rambut dan jenggot. Jangan mengusapkan minyak wangi ke pakaian ihram. Jika pakaian ihram terkena minyak wangi maka cucilah. Hindarilah pakaian yang berjahit. Kenakan selendang dan kain putih, juga sandal.
- Melakukan tahallul. Setelah melakukan thawaf di Ka'bah, jamaah harus melakukan tahallul, yaitu mencukur atau memotong rambut untuk menandai selesainya ibadah haji atau umroh.
- Melakukan sa'i. Setelah tahallul, jamaah harus melakukan sa'i yaitu berjalan kaki antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Ini merupakan salah satu rukun umroh yang wajib dilakukan.
- Melakukan thawaf wada'. Thawaf wada' merupakan thawaf terakhir yang dilakukan oleh jamaah sebelum meninggalkan Tanah Suci. Thawaf ini merupakan tanda bahwa jamaah akan kembali lagi ke Tanah Suci untuk melakukan ibadah haji.
- Memperbanyak doa. Selama pelaksanaan ibadah umroh, jamaah diperbolehkan dan bahkan sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa kepada Allah. Doa yang dibaca bisa berupa doa yang sudah ada, atau jamaah juga bisa membuat doa sendiri sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka.
- Memperhatikan akhlak yang baik. Selama pelaksanaan ibadah umroh, jamaah juga diharapkan untuk memperhatikan akhlak yang baik. Jamaah harus bersikap sopan dan ramah kepada sesama jamaah dan orang-orang di sekitar mereka. Jamaah juga harus menghormati adat dan budaya yang berlaku di Tanah Suci.
- Memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan. Kebersihan merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan ibadah umroh. Jamaah harus memperhatikan kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan, menggunakan air wudhu yang bersih, dan memakai parfum. Jamaah juga harus memperhatikan kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.
- Menjaga kesehatan. Selama pelaksanaan ibadah umroh, jamaah harus menjaga kesehatan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jamaah harus memperhatikan pola makan dan minum, serta tidak lupa untuk rutin mengonsumsi obat-obatan yang dibutuhkan.
Catatan penting :
Jika Anda tidak mampu berhenti di miqat seperti yang melakukan perjalanan dengan pesawat terbang maka mandilah sejak di rumah, lalu jika telah mendekati miqat mulailah ihram dan ucapkanlah:
لَبَّيكَ عُمْرَة
Aku penuhi panggilanMu untuk menunaikan ibadah umrah.
Jika Anda khawatir tidak bisa menyempurnakan ibadah haji karena sakit atau lainnya maka ucapkan:
فإِ نْ حَبَسَنِِي حَا بِسٌ فَمَحَلّي حَيْثُ حَبَسْتَنِيْ
Jika aku terhalang oleh suatu halangan maka tempat (tahallul)ku adalah di mana Engkau menahanku.
Lalu mulailah mengucapkan talbiyah hingga sampai ke Makkah. Talbiyah hukumnya sunnah mu’akkadah (ditekankan), baik untuk laki-laki maupun wanita. Bagi laki-laki disunnahkan untuk mengeraskan suara talbiyah, dan tidak bagi wanita. Talbiyah yang dimaksud adalah ucapan:
لَبََّيْكَ اَللَّهُمَّ لَبَّيْكَ،لَبَّيْكَ لاَ شَريْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ والْمُلكَ، لاَشَرِيْكَ لَك
Aku penuhi panggilanMu ya Allah, aku penuhi panggilanMu. Aku penuhi panggilanMu, tidak ada sekutu bagiMu, aku penuhi panggilanMu. Sesungguh-nya segala pujian dan nikmat serta kerajaan adalah milikMu, tidak ada sekutu bagiMu.
Disunnahkan mandi sebelum masuk Makkah, jika hal itu memungkinkan.
Dengan memperhatikan tata cara pelaksanaan ibadah umroh di atas, diharapkan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.

Komentar
Posting Komentar